0

별은밤에도길을잃지않는다

Fixed.jpg

 

Author : Nessa28 

Monolog from Kwon Mina 

 

—————————————————————————————————————- 

차가운 이 밤거리도  

가슴 아픈 발걸음도  

언젠가는 지나가겠지  

미치도록 우리 사랑했던 기억들도  

다 천천히 흘러 떠내려가  

시간에 못 이겨 잊혀지겠지 (잊혀지겠지)  

 

Suatu hari aku ingat, 89M Mansion Cafe Sinsa-dong. Lantai satu begitu penuh dengan lautan manusia yang sedang menikmati hangatnya secangkir kopi dan gurihnya cake di cafe tersebut. Lantai dua tampak juga seperti itu. Dipinggir jendela itu, dipinggir jendela dimana aku menyilangkan kaki ku menikmati ice caffe latte dan juga dark choco pie dengan ditemani bacaan novel Harry Potter dengan sampul berwarna hijau tersebut, senyum mu kusambut dengan ramah. Hening diantara kita berdua masih terjadi, hanya gemuruh beberapa orang yang  duduk disana bercengkrama dan bergurau, dentingan sendok beradu dengan gelas kopi yang mereka sesap itu. 

 

“Half Blood Prince” 

“Lee Jongsuk” 

“Kwon Mina” 

 

Uluran tangan adalah awal mula, diteruskan dengan ucapmu. Hingga kita membicarakan banyak tentang Harry Potter, hingga kemudian beralih pada pekerjaan kita berdua, umur kita, bahkan membicarakan soal pasangan hidup. Waktu berlalu, kulihat dirimu menyisihkan daging yang sebenarnya sayang jika harus dibuang. Dari situ aku mengerti bahwa kau tidak menyukai daging apapun. Mungkin dari situ aku mulai ingin mengenal mu lebih jauh. 

 

Sebuah jam tangan menjadi tanda bahwa aku menjaga hati mu, itu mungkin bagi ku. Tapi bagimu aku mungkin hanyalah seorang gadis yang sedang menjaga barang kesayanganmu. Sebuah serangan membuatmu tertahan disana begitu lama, hingga lebih dari waktu yang kau janjikan. Aku yakin kau pulang dengan selamat, aku yakin kau bahkan bisa membuka matamu. Bisa setidaknya mengenaliku dengan baik. Namun sepertinya aku yang tidak bisa melihatmu sekarang ini, aku terbaring lemah. Tapi, aku masih menunggu kepulanganmu dengan sabar. 

 

Derap langkah kaki terdengar di seluruh BAACH, aku hanya menginginkan kau membuka matamu. Setidaknya ucapkan selamat tinggal jika memang kau ingin meninggalkan ku. Aku kalah. Aku akui, karena aku tidak sanggup melihatmu hanya memejamkan mata. Tuhan masih baik padaku, kau membuka matamu dan masih bisa melihat dunia. 

 

닫혀버린 너의 마음속으로 찾아가 봐도 

아무도 없는 이 방에서 

이미 깨져버린 우리의 모습을 

발견해서 아파서 

 

Fifty Shades Freed dan kopi kemasan kaleng yang dingin adalah percakapan kita setelah kau melihat Choco dalam Instagramku. Sebuah postingan yang mungkin merupakan pertanda baik dalam diriku, namun mungkin pertanda buruk bagimu. Buku itu, entah buku itu sudah pernah kau baca atau belum atau buku itu sekarang sudah kau kembalikan di tempatnya. 

 

“Indsidious” menjadi sebuah saksi, malam itu memang tidak terduga, mungkin jika dibandingkan gadis lain. Aku adalah gadis terbodoh yang pernah ada di dunia ini, dan disitulah aku memutuskan untuk mencintaimu. Aku tidak mengharap banyak. Caramel adalah alasanku agar aku selalu bersama mu, tapi rasanya itu tidak bisa menjadi alasan yang selalu berguna. Web drama ku bersama Rowoon aku pikir itu akan berhasil, tapi ternyata itu juga nihil. 

 

Beberapa kesempatan, kita selalu bisa bertemu. Tapi hasil yang kudapat juga nihil. Caramel pergi bersama dengan Sun and Shine. Setelah itu hidupku tidak stabil, masalah silih berganti datang padaku membuatku akhirnya jatuh sakit dan tidak bisa melakukan apapun yang ku mau. Hari ulang tahun ku. Ternyata kau ingat, namun aku tidak bisa mengatakan ‘terima kasih’ padamu secara langsung. Menerima kehadiranmu sungguh sangat berat bagiku, entah sudah sedalam apa cintaku padamu. Namun aku senang, setidaknya genggaman tanganmu menenangkan ku saat jarum itu menembus permukaan kulit ku. 

 

그래도 너는 나만큼 더 아프지 않길 

매일 바래 수없이도 

너는 나만큼 기억하지 않길 

나보다 괜찮길 바래 (Oh 오늘 내일도) 

 

Musim dingin itu, beberapa hari setelah kepulanganku dari rumah sakit. Pernahkah kau berfikir ini adalah pelukan terakhir yang kau berikan untuk ku. Pernahkah kau berpikir ini adalah pertemuan terakhir kita. Pernahkah kau berpikir bahwa ini adalah confess pertama dan terakhir ku. Pernahkan kau berpikir untuk tetap membiarkanku bertahan. Pernahkan kau berpikir untuk tetap di sisi ku. Sakit. Sebuah penolakan yang diluar ekspektasi. 

 

Lalu pelukan itu, ciuman di kening saat itu. Kata-kata manis saat itu? Kemanakah hilangnya semua itu? 

 

잃어버린 나의 기억 속으로 찾아가 봐도 

이젠 널 볼 수가 없어서 

이미 사라져버린 우리의 시간을 

발견해서 아파서 (너무 아파서) 

 

Berbahagialah. Kembangkan senyum mu. Melangkahlah dengan pasti, jangan pernah lepaskan sneli itu, jangan pernah turunkan pisau itu, jangan pernah melangkahkan kaki keluar sebelum operasi selesai. Doaku selalu menyertaimu dari jauh 

 

One Two Three Four Five (오늘도 내려놔) 

잊혀 지나봐 (잘 보이지 않아) 

Five Four Three Two One 시간이 다 됐나 봐 

 

Detik demi detik. Tahun ini tepat 9 tahun aku tidak mendengar dari mu. Sepucuk surat itu, apa kau membacanya? Apa kau masih belum menyadarinya? Aku seperti orang gila yang selalu bertanya dan mengatakan banyak hal pada langit. Apa kau sudah bahagia? Bagaimana sneli mu? Masih terpasang dengan baik? Bagaimana dengan jubah hijau dan birumu? Pisau bedah itu? Berapa pasien? Dan yang terpenting. Apa kau bahagia? 

 

그래도 너는 나만큼 더 아프지 않길 

매일 바래 수없이도 

너는 나만큼 기억하지 않길 

나보다 괜찮길 바래 (Oh 오늘 내일도) 

 

Berbahagialah, dan jangan pernah merasakan sakit seperti apa yang kurasa dahulu kala. Berbahagialah! Karena aku yakin ‘Bintang’ tidak akan pernah tersesat di dalam malam. 

Advertisements
2

Tragedi Air Mancur

Author: Rista Nurmalita

Cast: Kim Jongin, Kim Joonmyun, Kim Sunggyu, Ryu Hyeju, Victoria Song, Ahjussi Satpam

 

Ada suatu masa di Paperworld Academy ketika beberapa pria yang rajin membuat kerusuhan tinggal di sana. Sejarah pernah mencatat kejadian horor di dorm wanita (yang berimbas pada tragedi bubuk gatal menghebohkan) sampai drama Chunhyang-Mongryeong yang sensasional. Jangan lupakan insiden beredarnya kimchi beracun yang berakibat adanya mulas-mulas massal. Para pelakunya sudah lama lulus dari sekolah berasrama itu, namun jejak-jejak mereka barangkali masih tertinggal di ingatan beberapa staf akademi.

Continue reading